Etika Batuk dan Bersin
Minggu, 19 Juli 2020

Etika Batuk dan Bersin
H-5 (Minggu, 19 Juli 2020)
Pada kesempatan kali ini Saya membuat poster dan konten YouTube terkait tentang tema relasi pendidikan dalam etika batuk dan bersin pada era pandemi ini. Batuk adalah respon alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan untuk
mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan, serta
mencegah benda asing masuk ke saluran napas bawah.Tenggorokan
dan saluran napas dilengkapi saraf yang merasakan jika terdapat bahan
atau zat yang menggangggu. Kondisi ini menstimulasi saraf untuk mengirim sinyal pada otak, yang selanjutnya direspons otak dengan mengirim kembali sinyal untuk mengeluarkan zat tersebut dengan batuk.
Batuk yang terjadi sesekali itu normal karena dapat membantu
menggerakkan dahak yang bertugas menjaga saluran napas tetap lembap.
Terkadang, batuk-batuk bisa dirasakan lebih parah di malam hari.
Namun, batuk yang terus-menerus apalagi ditambah gejala lain, seperti
demam dan dahak berwana atau berdarah, dapat menandakan gangguan medis. Berdasarkan
durasinya, batuk dapat digolongkan menjadi batuk akut yang berlangsung
selama kurang dari 3 minggu, batuk sub-akut yang terjadi selama 3-8
minggu, dan batuk kronis yang berlangsung lebih dari 8 minggu.Selain
proses normal tubuh untuk mengeluarkan benda asing, batuk dapat menjadi
gejala suatu penyakit, seperti flu, penyakit paru, jantung, atau sistem
saraf. Dalam hal ini, kemunculan batuk juga disertai dengan gejala
lain, seperti:
1. Pilek.
2. Demam.
3. Lemas.
4. Nyeri tenggorokan.
5. Sulit menelan atau batuk saat menelan.
6. Mengi atau bengek.
7. Sesak napas
Nah adapun langkah langkah dalam etika batuk dan bersin, yaitu:
1. Gunakan Masker
2. Tutp mulut dan hidung dengan lengan
3. Tutup mulut dan hidung dengan tisu
4. Buanglah tisu pada tempatnya
5. Jangan lupa mencuci tangan
Tetap jaga kesehatan dan kebersihan ia guys, Allah always with us
.
Nama: Rabiatul Adawiyah
NIM: 1720500132
Kel KKL: 50
Dosen DPL: Yunaldi, M.Pd
Mantap😊
BalasHapus