Menebar kebaikan . hari ke 14
Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Qashas ayat 84).
Kualitas seseorang dinilai dari perbuatannya. Wajah yang elok, kekayaan yang berlimpah, dan jabatan tinggi tidak sedikit pun menambah kemuliaan seseorang di mata Allah. Ketenangan hati seseorang juga bergantung pada amal perbuatannya.
Karena itu, Allah memberi perhatian lebih pada perintah untuk berbuat baik. Bahkan, Allah mempunyai cara yang indah untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik. Sampai tak ada lagi alasan seseorang untuk tidak berbuat baik.
Sebenarnya perbuatan buruk itu dilakukan karena banyak waktu luang. Jika kita sibuk untuk berbuat baik, tidak ada waktu tersisa untuk melakukan hal-hal yang tercela. Munculnya fitnah, mencari kesalahan orang lain, saling menjatuhkan satu sama lainnya, serta berbagai konflik yang terjadi adalah karena tidak ada motivasi untuk berbuat baik.
Cara Allah mengajak manusia berbuat baik telah termaktub dalam Al-Qur’an. Ada 8 cara yang bisa kita lakukan;
1). Cara pertama, ingat kebaikan yang kita terima dari Allah.Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashas ayat 77).
Allah menggugah hati kita untuk berbuat baik dengan mengingat, bahwa setiap hari Allah selalu mencurahkan kebaikan untuk kita. Sejak mata ini terbuka di pagi hari, Allah telah memberi kebaikan berupa udara yang segar, kekuatan untuk bangun, kemampuan untuk melihat dan semua pemberian yang mustahil dapat kita hitung.
2). Cara kedua, mengingat bahwa kebaikan senantiasa hadir bersama dengan keburukan.
Allah menekankan bahwa kebaikan itu jauh berbeda dengan keburukan. Sekecil apa pun kebaikan itu, tetaplah jauh di atas keburukan. Seperti dalam Firman-Nya: “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik” (QS. Fussilat ayat 34).
3). Cara ketiga, ingat Allah menjanjikan balasan yang lebih besar.Kita tidak hanya disuruh untuk mengingat kebaikan Allah dan meyakini: bahwa kebaikan tidak sama dengan keburukan tapi Allah juga menjanjikan sesuatu untuk memotivasi seseorang agar selalu berbuat baik.
4).Cara keempat, ingat Allah akan melipatgandakan pahalanya.
Allah tidak pernah ingkar terhadap janjinya. “Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu.” (QS. Al-Qashas ayat 84).
5).Cara kelima, ingat bawa Allah akan menjadikan mereka sebagai kekasih-Nya.Jika balasan yang berlipat itu belum cukup, Allah punya janji lain yang lebih agung dari balasan kebaikan yang berlipat ganda. Seorang yang mau berbuat baik, Allah akan jadikan dia kekasih-Nya. Sesuai firman-Nya, “Sungguh, Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah ayat 195).
6).Cara keenam, ingat bahwa Allah akan selalu bersama orang-orang yang berbuat baik.
Kekasih mungkin tak selalu bersama. Bagi seorang yang mau berbuat baik, Allah menjanjikan posisi yang lebih tinggi dari seorang kekasih. Allah berjanji kepada seorang yang selalu berbuat baik bahwa Allah selalu menyertainya. Allah selalu bersamanya.
7).Cara ketujuh, ingatlah bahwa Allah menjanjikan kabar gembira.
Pada puncaknya Allah swt memberikan kabar gembira kepada mereka yang selalu berbuat baik. Jika kita telah menerima kabar baik dari Allah, Tidak ada lagi yang perlu ditakuti dan dikhawatirkan.
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj ayat 37).
8).Cara kedelapan, ingat bahwa kebaikan itu untuk diri kita sendiri.Seorang yang berakal pasti mencintai dirinya. Seorang yang mencintai dirinya pasti ingin selalu berbuat baik untuk dirinya sendiri. Sedangkan Allah telah menjelaskan bahwa perbuatan baik yang kita lakukan untuk orang lain juga akan bermanfaat untuk diri kita sendiri. Kebaikan yang kita berikan akan kembali pada diri kita sendiri.
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra’ ayat 7).
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1237775706567823&id=100010062153664
Kkl-Dr hari ke 14
28-07-2020
Nama : Eka Yulianti
Nim : 1720100034
Fakultas: Tarbiyah dan Ilmu keguruan
Dpp : Dra. Rosimah Lubis, M.Pd.
#kkldriainpadangsidimpuan2020

Komentar
Posting Komentar